Pendidikan Politik: Fanatisme

Azas utama pendidikan politik adalah fanatisme. Tidak ada yang bisa mengelak dari kenyataan pahit ini terutama bagi mereka yang bersentuhan langsung dengan politik praktis.

Logikanya, tidak akan ada politikus yang ingin partainya terlihat kentara cacat di hadapan rakyat karena hal itu secara pasti akan merugikan jatah partainya untuk melenggang ke parlemen. Baca lebih lanjut

Iklan

Politik untuk Mahasiswa, Edukasi atau Indoktrinasi?

indoktrinasiMahasiswa adalah elemen masyarakat yang paling berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara. Jika ingin menghancurkan suatu negara, maka cukup hanya dengan “meracuni” golongan mahasiswa. Beberapa tahun yang akan datang negara ini akan mengalami gejala kejang-kejang, lemas dan pada akhirnya akan tewas. Sebaliknya, jika ingin membangun suatu negara maka berikanlah “makanan” yang sehat dan bergizi kepada mahasiswa. Baca lebih lanjut

Dilema WC Umum

turki usmaniKekhalifahan Turki Usmani, dulunya merupakan pusat peradaban ilmu dan barat. Hal tersebut berlangsung selama lebih dari 6 abad. Segala hal untuk menunjang laju peradaban diperhatikan betul oleh pemerintah termasuk untuk WC Umum. Waktu itu, Kota Istanbul sendiri memiliki 150 WC umum (Di saat yang sama di Paris tidak ada satu WC umum pun) yang bertebaran di setiap penjuru kota, sehingga tidak ada yang namanya Baca lebih lanjut

Mimpi Menjadi Negara Besar

Indonesia merupakan sebuah negara  yang  sangat besar, besar dari segala segi termasuk dari segi jumlah penduduk. Menurut catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga   Juli 2012,  tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 240 juta jiwa. Sangat besar memang jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Jika potensi dari 240 juta jiwa ini dikembangkan dengan baik, tidak mustahil Indonesia akan menjadi negara sangat sejahtera dan memiliki pengaruh yang besar di kalangan internasional.

Bisa dibandingkan dengan jumlah penduduk  Jepang yang hanya 127 juta jiwa. Dengan 127 juta ini, Jepang mampu menjadi salah satu tonggak utama perekonomian dunia. Dengan tangannya, Jepang mampu merancang berbagai macam teknologi berkualitas yang diminati seluruh dunia. Mulai dari telepon genggam, laptop, mobil, dan juga yang lainnya. Baca lebih lanjut

AL-Azhar: Moderatlah!

masjid al-Azhar, KairoSebelum berangkat ke Mesir, kita selalu membayangkan bagaimana indahnya memetik ilmu di Universitas al-Azhar. Kita tahu bagaimana ilmu Dr. Qurasiy Syihab hingga menghasilkan sebuah karya monumentasl, Tafsir al-Misbah. Kita juga tahu bagaimana al-Azhar memberikan gelar Doktor  Kehormatan kepada Buya Hamka. Dan yang paling penting, kita juga mengetahui bahwa al-Azhar memiiki ideologi moderat dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam banyak kesempatan, Syaikhul Azhar  Dr.  Ahmad Thayyib menyampaikan kepada kita, mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) bahwa untuk saat ini kita adalah duta dari Indonesia untuk al-Azhar. Tapi setelah kembali ke kampung  halaman nanti, kita adalah duta dari al-Azhar untuk Indonesia.   Maka kewajiban kitalah untuk menyampaikan ilmu kepada masyarakat Indonesia sebagaimana al-Azhar mengajari kita. Baca lebih lanjut