Pernyataan Cinta dari Allah Kepada Pendosa

Pernyataan Cinta Dari Allah Kepada Pendosa.jpg

Dahulu kala, ketika Nabi Adam As melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah Khuldi, beliau dihukum oleh Allah Swt dan dikeluarkan dari surga yang penuh kenikmatan.

Namun setelah itu beliau merasa sangat menyesal dan meminta ampun kepada Allah. Betapa tidak, segala kenikmatan dan rasa cinta yang diberikan Allah kepada beliau dibalas dengan kemaksiatan karena godaan setan. Pada akhirnya, Allah pun mengampuni Nabi Adam dari kesalahan beliau dan pada akhirnya diangkat kembali ke surga.

Namun Iblis melakukan hal yang sebaliknya. Karena merasa lebih baik dari Nabi Adam, ia tak mau memenuhi perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Dengan penuh kesombongan, iblis pun diusir dari surga dan berjanji akan mengganggu seluruh manusia hingga kiamat nanti.

Oleh sebab itu, Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari pernah berkata:

رب معصية أورثت ذلاً وانكساراً خير من طاعة أورثت عزًّا واستكباراً
Artinya: Kemaksiatan yang mewariskan rasa hina dan penyesalan jauh lebih baik dari pada ketaatan yang mewariskan rasa mulia dan kesombongan

Jadi, banyaknya ketaatan tidak akan menjamin seseorang masuk surga karena boleh jadi ketaatan tersebut akan melahirkan kesombongan. Sebaliknya, belum tentu juga orang yang berbuat salah akan dijamin masuk neraka. Boleh jadi kesalahan tersebut melahirkan ketaubatan dan dia masuk ke dalam golongan yang dicintai Allah.

Oleh sebab itu, sebagai pendosa, tidak ada alasan manusia untuk merasa putus asa. Karena dalam kalam-Nya, Allah telah menyatakan cinta-Nya kepada pendosa yang bertaubat.

Rasul Saw pun juga pernah bersabda: “Setiap manusia itu adalah tukang berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat”.

Selain itu ada juga sabda Rasul Saw:
التائب من الذنب كمن لا ذنب له
Artinya: Orang yang telah bertaubat dari dosanya sama seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali

Nah, apalagi yang kurang dari pernyataan cinta Allah kepada hamba-Nya. Karena sedikit Cinta Allah jauh lebih bermakna dari dunia dan seluruh isinya.

Namun bukan berarti meski semua ini menjadi alasan untuk berbuat dosa. Sebab hal itu sama saja dengan mempermainkan kemudahan yang diberikan oleh Allah.
Semoga Allah memberikan petunjuknya kepada kita semua

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s