Berburu Milky Way di White Desert (IPSC Adventures)

The Mushroom (The Chicken Rock)
The Mushroom (The Chicken Rock)

Menghabiskan waktu liburan di tempat wisata Padang Pasir Putih (White Desert) dan Padang Pasir Hitam (Black Desert) menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan sekaligus menegangkan. Padang pasir indah yang terletak di kawasan Bahriyyah itu memang belum banyak disentuh pengunjung karena lokasinya yang berada cukup jauh dari ibu kota Kairo, yaitu sekitar 4 jam melalui jalan darat.

Jumat kemarin (8/9/2014) aku beserta rombongan Indonesian Photographic Soceiety in Cairo (IPSC) yang berjumlah sebanyak 18 orang mencoba untuk mengungkap misteri keindahan alam padang pasir tersebut. Kami bertolak dari kairo sekitar jam 07.00 pagi dan sampai di pos pintu masuk padang pasir untuk selanjutnya mengganti kendaraan untuk Off Road.

Tiga buah Jeep Land Cruiser melarikan kami menari-nari mengitari padang pasir yang sangat halus. Semua pasir tak ubahnya seperti kristal coklat halus yang sudah diayak beberapa kali. Sangat menawan. Sesekali jeep yang kami tumpangi mendaki bukit pasir tersebut lalu menurun menukik tajam mengikuti terjalnya punggung bukit pasir itu. Petualangan yang cukup menantang adrenalin kami sehingga denyut jantung kami seolah berpacu dengan dengan keempat roda jeep yang berputar sangat kencang.

Objek pertama yang kami kunjungi adalah bukit batu kristal. Jejeran bukit batu yang cukup besar itu memiliki daya tarik tersendiri. Di bagian depan bukit tersebut terdapat batu besar yang bagian tengahnya bolong. Para pengunjung biasanya menjadikan tempat tersebut sebagai objek untuk mengabadikan momen  dengan menjadikan ruang kosong di tengah batu itu sebagai frame.

Selanjutnya kami dilarikan mengitari padang pasir naik turun mengikuti bentuk punggung bukit. Hingga beberapa lama, kami disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan. Ada ribuan bebatuan yang seolah-olah muncul dari tanah dengan berbagai bentuk. Ada yang berbentul kepala orang, ada yang berbentulkjamur dan ada yang berbentuk punggung kura-kura.

Setelah beberapa lama mengitari padang pasir, akhirnya kami berhenti di salah satu objek yang biasanya dijadikan ikon wisata padang pasir ini. Objek batu tersebut biasanya disebut The Mushroom yang berarti  batu jamur atau juga sering disebut Chicken Rock karena di samping batu jamur tersebut ada sebuah batu yang berukuran lebih kecil berbentuk seekor ayam.

Dengan diikuti dengan tenggelamnya matahari, pemandangan sore itu menjadi sangat dramatis. Sambil mengabadikan momen di sekitaran batu tersebut, kami juga menikmati matahari yang mulai pergi diam-diam dan perlahan.

Tidak jauh dari The Mushroom tersebut, kami turun dari jeep dan menyaksikan bagaimana matahari merah dilalap oleh padang pasir yang halus. Cahaya matahari tersebut terus berpendar dan jatuh di beberapa bukit batu tertinggi dan beberapa detik kemudian benar-benar menghilang begitu saja.

Malam pun mulai melabuhkan tirainya. Tiga orang supir jeep kami tadi mulai mempersiapkan tenda penginapan sekaligus mempersiapkan hidangan makan malam.

Aku sendiri tidak henti-hentinya mengucap rasa kagum. Di tengah ketiadaan listrik, air bahkan sinyal hape sekalipun, keadaan malam itu terasa sangat tentram. Bulan purnama yang diselumuti Supermoon dan milyaran bintang seolah hadir memeriahkan liburan kami itu. Malam itu, kami pun menyantap hidangan ayam bakar sambil ditemani cahaya rembulan yang sangat terang.

Di saat semua orang tenggelam dalam mimpi mereka, aku dan Bang Amran tetap membuka mata dan berusaha memburu Milky Way atau Bima Sakti. Gugusan bintang yang berjumlah hampir 400 milyar tersebut hanya bisa ditangkap oleh lensa di kawasan yang jauh dari perkotaan. Itulah sebabnya aku menahan hantaman kantuk yang begitu berat demi mendapatkan momen tersebut.

Berulang kali aku mencoba membidik gugusan bintang tersebut namun hasilnya nihil. Hal ini disebabka karena bulan purnama yang hampir mendekati Supermoon. Meski begitu, hingga jam 2 malam kami berdua tetap berburu hingga benar-benar merasa lelah. Setelah merasa cukup, kami pun istirahat dan tidur berselimutkan bintang dan cahaya rembulan yang begitu terang.

Menjelang Subuh, aku pun terbangun dan kaget ketika langiat yang pandangi dihiasi cahaya bintang yang jauh lebih terang dari tengah malam tadi. Telisik punya telisik, rupanya sang rembulan telah bersembunyi di balik keheningan malam. Makanya, di tempat yang bebas dari polusi udara itu aku bisa menatap milyaran bintang yang begitu terang.

Sesaat aku berpikir, betapa besarnya karunia Allah kepada manusia. Andai saja satu dari milyaran bintang tiba-tiba itu menabrak bumi, tentu saja bumi akan hancur dan langsung berubah menjadi debu. Namun dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah menjadikan semua benda angkasa berjalan sesuai jalurnya dan menjadikan langit sebagai atap yang melindungi manusia dari gempuran benda-benda luar angkasa. Subhanallah…

Detik-detik menjelang matahari terbit itu tidak aku buang sia-sia. Dengan peralatan seadanya, aku mencoba mencari keberadaan Bima Sakti dan mengabadikannya. Awalnya memang agak sulit apalagi lensa yang kumilki hanya memiliki jaungkaun frame yang sangat kecil. Namun, ketiadaan alat bukan menjadi alasan. Aku terus mencoba dan akhirnya beberapa foto berhasil kuabadikan.

Gugusan bintang yang berjumlah ratusan milyar tersebut kupaksa masuk ke dalam lensa. Tidak hanya itu, fenomena Perseid, hujan meteor yang terjadi mulai dari akhir Juli hingga Agustus itu juga sempat terekam oleh lensaku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sungguh momen yang sangat indah dan fenomena alam yang sangat menawan.

Paginya, setelah sarapan pagi kami melanjutkan perjalanan ke Black Desert. Di kawasan yang terletak sekitar 45 Km di utara kota Farafra tersebut tampak semua bukit yang berwarna coklat tertutupi oleh bebatuan dan pasir yang berwarna hitam, seolah-olah bukit tersebut menjadi gosong akibat jilatan panas matahari.

Akhirnya, kawasan Balck Desert itu pun menjadi penutup wisata kami kali ini meski sebenarnya masih banyak tempat-tempat yang belum terkunjungi. Di kawasan tersebut masih ada objek menari seperti Djara Cave, el-Santra Acacia Tree, el-Tabaly dan juga el-Babein. Namun karena lokasinya yang cukup jauh kami mencukupkan perjalanan hingga ke Black Desert. Semoga, di lain kesempatan bisa dilanjutkan kembali. Siang itu, setelah menyantap makan siang, kami dari rombongan IPSC bertolak untuk kembali ke Kairo.

Meski perjalanan tidak begitu lama, namun sangat mengesankan. Bagi siapapun yang barangkali belum pernah mengunjungi nya, tempat ini menjadi salah satu kawasan wisata yang harus dilirik.

Agar perjalan ke sini menjadi sempurna, ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan perhatian, yaitu:

  1. Pastikan batrai kamera yang dibawa sudah terisi penuh dan dimaksimalkan pemakaiannya. Sebab, selama berada di kawasan padang pasir, Anda sama sekali tidak akan bisa menemukan listrik. Jika ada batrai cadangan, itu akan lebih baik.
  2. Pastikan juga Memory Card Anda sudah kosong agar bisa merekam gambar sebanyak mungkin.
  3. Jangan lupa membawa Tripod untuk mengabadikan Milky Way.
  4. Kosongkan perut Anda sebelum menaiki Jeep karena Anda tidak akan menemukan WC atau pun air. Yang ada hanya air minum yang sudah disediakan oleh pihak travel dan juga air untuk menyantap makanan.
  5. Untuk mengetahui keberadaan Milky Way, Anda bisa mengunduh aplikasi Stellarium ataupun Sky Drive di ponsel Anda.
  6. Persiapkan juga kaca mata hitam untuk perjalanan ini. Sebab matahari tidak akan berhenti menjilat Anda sepanjang siang.
  7. Jika perjalanan dilakukan pada musim dingin, baju tebal sangat diperlukan terutama ketika tidur di tengah gurun pasir.
  8. Ketika melakukan perjalanan, konsumsi Anda sudah ditanggung oleh pihak travel. Bahkan makanan untuk Anda tersebut akan dimasak oleh supir Jeep yang membawa Anda. Anda tinggal tahu beres.
  9. Persiapan fisik dan mental ada sebaik mungkin, karena Anda akan takjub ketika telah sampai di kawasan ini.

Demikian tips-tips yang mungkin bisa menjadi modal untuk keberangkatan ke wisata alam ini. Selamat menikmati indahnya ciptaan Sang Maha Indah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s