Sang Mujahidah Malu

Wafatnya Gusti menjadi pelajaran yang sangat sangat berharga, tak ternilai oleh dunia beserta seluruh isinya. Dengan nyawa, ia pertahankan harga dirinya karena tidak ingin disentuh oleh orang lain. Dengan nafasnya, dia jaga kehormatannya agar tidak dipermainkan oleh siapapun.

Namun di sisi lain, banyak gadis-gadis yang memposisikan dirinya sebagai binatang. Mereka dengan suka rela mengorbankan kehormatannya hanya untuk diburu-buru oleh manusia bejat. Mereka tidak pernah mau belajar dari kesalahannya maupun kesalahan orang lain.

Aku masih ingat, sekitar paruh kedua tahun 2011 ketika dia terdafatar di salah satu kepanitiaan dan aku–waktu itu sebagai ketua panitia–mengajaknya kembali turun tangan menjadi panitia suatu kegiatan. Namun, dia menolak karena alasan yang sangat mulia, malu.

Waktu akan terus berulang. Sejarah kembali akan memainkan perannya. Namun yang pasti, permata tetaplah permata meski di tengah lumpur. Kotoran tetaplah kotoran meski di tengah mutiara. Tidakkah kita mengambil pelajaran?

Selamat jalan Gusti. Semoga dengan keberkahan cahaya Ramadan ini, engkau di tempatkan di sisi-Nya sebagai seorang mujahidah. Seorang mujahidah yang mempertahankan harga dirinya dan rasa malunya. Allah bersamamu, kawan!

***

Beberapa jam yang lalu, publik Masisir digemparkan oleh berita tentang tewasnya seorang mahasiswi yang meloncat dari Tramko (bus angkutan Mesir) setelah dirampok oleh para pemuda Mesir. Ia meloncat setelah memberikan tasnya dan khawatir karena orang-orang Mesir tersebut akan melakukan hal negatif kepadanya.

Sore harinya (Kamis 17 Juli 2014) ia akan ikut buka puasa bersama di salah satu rumah temannya di kawasan Nasr City. Ia berangkat dari asramanya setelah berjanji dengan salah seorang temannya–yang tinggal searah dengannya, di Darrasah–untuk berangkat bersama.

Setelah selesai ifthar, ia dan temannya tadi berniat ingin segera pulang ke asramanya di Madinatul Buust al-Islamiyah. Karena sudah larut malam, mereka sepakat untuk menyambung mobil agar cepat sampai ke kediaman masing-masing. Mereka menempuh trayek Mutsallas-Awal Makran-Duwaiqah-Darrasah. Jadi ada 3 mobil yang harus mereka tumpangi untuk sampai ke rumah.

Naasnya, angkutan umum atau tramko yang mereka tumpangi ke arah Awal Makram malah membelot keluar jalur dan membawa mereka ke jalanan area pekuburan yang relatif sepi. Di sana, 4 orang lelaki Mesir termasuk sopir menjalankan aksinya dengan menodongkan pisau ke salah satu korban. Terpaksa, ia dan kawannya tadi menyerahkan semua benda berharga yang mereka miliki.

Tidak cukup sampai di sana, para penjahat itupun tidak langsung menurunkan korbannya namun tetap menjalankan tramko dengan kencang. Karena memiliki firasat buruk kalau ia akan dianiaya oleh para perampok, akhirnya salah satu dari mahasiswi yang jadi korban akhirnya melompat dari tramko, ya dialah Gusti Rahma Yeni.

Sementara itu, temannya yang masih dalam tramko diturunkan sekitar 50 Meter dari tempat Gusti melompat. Ia berjalan untuk mencari Gusti sambil menahan rasa sakit di tangannya setelah terkena pisau penjahat tadi. Ia pun akhirnya menemukan Gusti masih bernafas meski tidak sadarkan diri. Temannya tadi menghapus darah dari hidung Gusti sambil berusaha menyetop mobil untuk berhenti. Syukurlah, sekitar setengah jam kemudian ada ambulan yang datang ke tempat mereka dan langsung menolong kedua korban. Sayangnya, beberapa saat kemudian Gusti diketahui sudah tidak bernyawa.

Begitulah berita yang kuterima dari pesan WhatsApp temannya.

Selamat jalan Gusti. Hari ini kita semua menangis karena kehilanganmu. Namun kami yakin, di sana engkau telah didekap oleh kasih sayang-Nya.

-Bawabah Tiga, Kairo, 18 Juli 2014 pukul 15.38

 Tiga setengah jam menjelang buka puasa

 Di musim panas yang  mendung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s