Islam Esensi atau Islam Simbolis

Dewasa ini makin banyak orang yang memakai label Islam dan menjadikannya barang “dagangan”. Label ini biasanya dijual untuk suatu kepentingan sesaat atau dengan kata lain dikorbankan untuk maslahat hawa nafsu. Orang-orang seperti ini sangat paham bahwa kata “Islam” meiliki nilai jual yang sangat tinggi terutama di tengah masyarakat Islam. Label ini di antaranya dipakai oleh  media atau partai sehingga bernama media Islam atau partai Islam. Tidak menutup kemungkinan label ini juga bisa dimanfaatkan oleh ormas, bank ataupun lembaga lainnya.

Saya tidak berniat untuk berprasangka buruk terhadap segala permisalahan di atas. Sebab saya tahu bahwa menganalisa apa yang ada di hati seseorang adalah bid’ah. Namun demikian, saya merasa penting untuk menyampaikan ini untuk mengingatkan jika ada di antara kita yang lupa.

Ada beberapa hal yang harus kita pahami. Pemakaian label Islam, baik itu Media Islam, Ormas Islam, Partai Islam ataupun Bank Islam, merupakan sebuah label yang sangat menjanjikan jika dilemparkan ke tangah masyarakat. Label ini tentunya mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Namun lebih dari itu, satu hal yang harus ditekankan. Pada hakikatnya pemakaian label seperti ini sungguh sangat berat dan juga pertanggungjawabannya tidak akan mudah di akhirat kelak.

Misalkan Media Islam. Jika media ini melakukan kesalahaan fatal seperti menyebarkan kebohongan, menyebarkan tulisan untuk memecah belah, menyebarkan cacian dan makian, maka media ini sebenarnya telah melakukan dua kesalahan. Kesalahan pertama adalah kesalahan dia sebagai media dan kesalahan kedua adalah kesalahan karena dia membawa nama Islam.

Efeknya, sanksi sosial yang akan diberikan oleh masyarakat akan jauh lebih berat ketimbang apabila yang melakukan kesalahan itu adalah media biasa. Begitu juga dengan ormas, partai, bank ataupun yang lainnya. Tiap kesalahan yang dilakukan oleh contoh ini akan diberlakukan sanksi ganda oleh masyarakat. Oleh sebab itu berhati-hatilah jika kita berada di salah satu lingkaran label Islam. Jangan nodai Islam karena perilaku kita. Lebih dari itu, jangan buat orang-orang lari dari Islam karena kesalahan kita ketika memakai label Islam.

Untuk kita yang tidak berada di lingkaran ini, juga harus lebih berhati-hati. Jangan mudah tertipu dengan seseorang yang selalu memakai busana muslim,  memakai sarung ataupun peci. Perhatikanlah esensi dari sesuatu bukan hanya sekedar simbolnya, atau dengan bahasa lain “Don’t Judge a Book by Its Cover!”. Perhatikanlah inti pokoknya. Jangan mau tertipu dengan oknum Islamis seperti ini.

Memang, hal yang paling baik adalah tatkala seseorang bisa melakukan fusi antara esensi dan simbol keislamannya. Namun tatkala hal ini belum bisa dilakukan mari kita mulai dari esensi. Mari kita terlebih dahulu belajar segala sesuatu tentang inti pokok dari ajaran Islam.

Boleh saja memulai dari simbol atau label, tapi harus kembali kepada tekad baik yang sangat kuat untuk mendapatkan esensi dari Islam. Lakukan dengan niat, cara dan tujuan yang baik. Jangan memakai label Islam untuk kepetingan sesaat sementara kita tahu bahwa Allah akan cemburu jika agama-Nya diselewengkan dari tujuan hidayah kepada kemaslahatan hawa nafsu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s