“Sahabat” Rasul Ada di Tengah Kita

Syekh Usamah Sayyid Al-AzhariRasul bersabda, “Ulama adalah ahli waris para nabi.”

Ini adalah sebuah hadis yang mempunyai indikasi bahwa Rasulullah atau para Sahabat akan selalu hidup di tengah masyarakat jika ulama masih ada. Artinya, jika dulu para sahabat mengadukan semua masalahnya kepada Nabi Muhammad Saw., maka kita juga bisa mengadukan semua permasalahan yang ada saat ini dan mendengar solusinya dari mulut ulama. Kenapa demikian? Sebab warisan yang diturunkan oleh Nabi Saw. kepada para Sahabat, sampai kepada para ulama.

Hal itu yang saya perhatikan dari Syekh Usama Sayyid Al-Azhari. Dengan bahasanya yang lantang tapi penuh kelembutan, dengan dakwah yang membuat orang sadar tanpa bahasa menyalahkan, dengan hikmah yang beliau sampaikan dari ketulusan hati untuk memberi petunjuk, saya yakin jika beliau hidup di zaman Rasulullah Saw. beliau akan menjadi salah pembesar dari kalangan Sahabat.

Sewaktu berkhutbah dari mimbar Amru bin Ash kemarin (4/4/2014), beliau berusaha dengan penuh hikmah memberikan solusi untuk permasalahan umat saat ini.

Pada saat ini, kata beliau, umat Islam sedang melalui hari-hari yang sangat berat. Siang yang sangat mencekam dan malam yang sungguh mematikan. Bumi Islam diguncang permasalahan tanpa henti. Rasa ketakutan membumi di Suriah, Libia, Afganistan, Palestina, Irak, Afrika Tengah, Burma dan negara lainnya.

Di saat yang sama pengkafiran meraja lela, yang berujung kepada saling bunuh membunuh antara umat Islam, logika yang bersih tidak lagi digunakan untuk mencari solusi hingga umat Islam berada dalam kondisi yang sanget pedih, putus asa, sempit, seolah tidak ada jalan keluar.

Dari Masjid yang berumur lebih dari 1300 tahun itu, Syekh Usamah mengikrarkan janjinya kepada Rasulullah Saw. dengan suara yang sangat tegas,

“Saya berjanji wahai Sayyidi Rasulallah, saya akan memasukkan cahaya ke dalam hati umat Islam. Saya akan menuangkan rasa cinta damai, ketenangan, bashirah (akal), akhlak yang baik dan rabbani, serta motivasi ke dalam jiwa mereka.”

Dengan bahasa yang lantang, suara beliau menggema di masjid pertama yang dibangun di tanah Afrika itu. Semua jamaah fokus memandang beliau. Khutbah beliau saat itu pastinya membuat jiwa-jiwa bergetar dan merinding.

Beliau menceritakan, apa yang dilakukan Rasulullah ketika menghadapi situasi yang sarat dengan fitnah seperti saat ini? Apa perintah beliau untuk mencari jalan keluarnya? Apa wasiat beliau ketika terjadi krisis?

“Hal pertama yang keluar dari mulut beliau ketika berada dalam kondisi yang susah dan krisis adalah (bisyarah) memberi kabar gembira kepada para sahabat beliau,” tutur Syekh Usamah dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

Sebagaimana yang terjadi saat Perang Khandaq, Rasulullah meniupkan ruh semangat ke dalam jiwa para ٍٍٍٍٍSahabat dengan mengatakan,

“Allahu Akbar, Negeri Syam akan ditakhlukkan.” Padahal saat itu kaum muslimin sedang dikepung oleh musuh.

Begitulah beliau memberi motivasi kepada para Sahabat agar tidak putus asa. Dengan kabar gembira tersebut, rasa semangat kembali memenuhi jiwa seluruh Sahabat.

Oleh sebab itu,kata beliau, kita harus meyakini segala kabar gembira yang disampaikan Allah tentang Mesir adalah sebuah kebenaran. Allah telah menjanjikan Negara Mesir ini akan berada dalam kondisi yang aman hingga kiamat nanti.

“Oleh karena itu, jangan sekali-kali kalian bersedih. Isilah hati kalian dengan rasa optimis, kabar gembira dan cita-cita. Apalagi Allah mengatakan bahwa negara ini (Mesir) adalah negara yang terjaga (mahfuzhah), negara yang aman (aminah) dan negara yang diisi oleh para Wali Allah.”

Jika saya tafsirkan, selama Al-Azhar masih berdiri kokoh di bumi para nabi ini, maka Mesir akan selalu bisa dibentengi dengan pemahaman-pemahaman yang berujung kepada kehancuran. Mesir akan diselamatkan dari malapetaka yang mematikan, begitu juga dengan negara-negara muslim lainnya.

Maka memang, yang kita butuhkan pada saat ini adalah kembali kepada para ulama-ulama Rabbani, bukan kepada Facebook atau Twitter, bukan kepada media, dan bukan pula kepada orang yang membuat pikiran dan hati kita tertutup. Kita harus banyak berzikir dan bedoa serta berusaha semampu kita agar membantu Al-Azhar menyelamatkan umat Islam dari fitnah ini,  bukan malah sebaliknya, merongrong Al-Azhar dari belakang. Kita harus menyampaikan kebenaran dengan penuh hikmah, bukan dengan kebengisan dan keegoisan.

“Lapangkan dada kalian. Jelaskan permasalahan sebenarnya dengan petunjuk dari Rasulullah,” tutur beliau dengan tegas.

“Labbaika Ya Sayyidi!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s