Menyigi Fitnah Mesir

usama 5Tulisan ini adalah terjemahan dari percakapan Syekh Usamah Sayyid al-Azhari dalam menyigi penyebab terjadinya krisis Mesir serta solusinya.

  • Bisakah Fitnah yang Kita Hadapi Ini Dianalogikan dengan Apa yang Terjadi di Zaman Sahabat?

Orang yang ingin mengetahui apa yang terjadi saat ini, bagaimana menimbangnya dengan agama dan bagaimana mencari solusinya, maka ia harus mengetahui fakta yang terjadi di lapangan. Sebab dengan fakta inilah akan dikeluarkan hukum dan solusinya.

Pada dasarnya, kita saat ini berada di titik yang sangat membingungkan. Sikap yang kita ambil akan tumpang tindih karena sebagian orang yang berjihad mengaku bahwa mereka menegakkan agama dan mempertahankan kebenaran. Oleh sebab itu banyak muncul argumen, penyamaran masalah serta dugaan-dugaan.

Lalu, apakah keadaan yang kita saksikan sekarang bisa disamakan dengan apa yang terjadi di akhir masa khalifah Usman bin Affan, pembunuhan khalifah, perang Jamal dan perang Siffin, kemudian keluarnya Khawarij dan pembunuhan Ali bin Abi Thalib!?

Apa yang terjadi saat ini tidak bisa dianalogikan dengan apa yang terjadi di zaman sahabat karena tokoh yang berperan dalam fitnah masa ini sangat berbeda. Di masa itu, meski terjadi pertentangan yang berujung kepada pembunuhan, namun hal ini diperankan oleh mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang bersih sebab pada saat melihat kebenaran maka itulah jalan yang mereka ikuti. Tidak ada keras kepada dan arogan, tidak ada juga penghancuran seperti sekarang.

  • Kumpulan Informasi untuk Membangun Hukum

Menurut hemat saya, krisis yang terjadi sekarang adalah bentuk ketidakpastian informasi yang kita dapat. Orang akan langsung mempercayai apa yang dia lihat tanpa diteliti terlebih dahulu.

Saat ini kebenaran informasi yang kita dapatkan sama dengan tidak ada karena sulit untuk mendapatkannya dan terjadi banyak pembohongan publik oleh media. Akibatnya, sikap yang kita ambil sangat sulit terlebih lagi bagi masyarakat umum. Sebab mereka tidak mampu untuk mencapai sumber informasi yang benar dalam setiap peristiwa.

Kita melihat televisi banyak menampilkan pembohongan publik. Membesarkan peristiwa yang kecil dan mengecilkan peristiwa yang besar serta merusak kebenaran sebuah peristiwa. Maka hal pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa kita saat ini dihadapkan kepada hal-hal memiliki banyak latar belakang, banyak motif, sehingga membuat masyarakat umum menjadi bingung.

Dr. Jalal Amin dalam bukunya tentang globalisasi mengatakan bahwa banyak penyebab yang menjadikan hukum terhadap sesuatu tidak bisa dibenarkan sedikitpun, di antaranya adalah tidak adanya informasi, adanya pemutarbalikan fakta, tidak mendengarkan informasi secara langsung, banyaknya informasi yang dimiliki  dalam sebuah masalah sementara waktu untuk membaca dan menganalisa informasi tersebut tidak ada.

  • Penyebab Terjadinya Fitnah

Permasalahan ini keluar dari mulut para ulama dan analis besar sehingga mulailah terjadi kerusuhan, pembunuhan serta pengrusakan.

Dalam keadaan sekarang ini, tatkala seseorang mendengar ada teriakan, darah, pertikaian, maka dia tidak akan mau mendengar apapun yang kita jelaskan secara ilmiah. Dia akan menganggap apa yang  terjadi saat itu adalah kebenaran yang sebenarnya. Dia tidak akan mendengar penjelasan kita padahal kita butuh menjelaskannya secara rinci.  Sebab masalah ini muncul dari kesalahan puluhan tahun sebelumnya.

Masalah selanjutnya adalah adanya klaim mati syahid di jalan Allah. Akibatnya, masyarakat umum sangat gampang  untuk melakukan pertikaian karena mereka mengira agama Allah sedang dilecehkan, akan dihancurkan serta kelompok sekuler di Mesir akan menang. Orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang memadai pada akhirnya melakukan tindakan-tindakan yang mereka kira sebagai bentuk pertahanan terhadap agama dan negara.

Intinya, kita sekarang hidup dalam di konflik yang sangat mencekam, informasi yang tidak dapat dipercaya dan distorsi fakta. Selain itu juga terjadi tindakan-tindakan untuk mempengaruhi dan menyerang perasaan seseorang serta pemanfaatan yang salah dalam memahami ayat Alquran. Semua hal ini membantu Mesir sampai kepada krisis yang ada pada  saat ini.

  • Lalu siapakah yang paling bertanggung jawab atas semua krisis ini?

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa jika terjadi pertentangan maka yang hanya bisa memutuskan masalah ini adalah pengadilan. Tidak bisa seseorang mengatakan bahwa hanya dirinyalah yang benar dan dia berhak atas apa yang dia inginkan, sekecil apapun masalahnya. Maka yang paling berwenang untuk mengembalikan segala macam bentuk hak kepada pemiliknya hanyalah hukum.

Kalau Anda tidak percaya kepada pengadilan, berarti Anda telah meragukan integritas pengadilan. Sebab pengadilanlah nantinya yang akan membuka perkara lalu melihat barang bukti,  menganalisa pertalian masalah, dan setelah itu mengeluarkan putusan yang didasarkan pada analisa tersebut.

Begitu juga dengan masalah korban jiwa. Jika ada seseorang terbunuh, lalu dia turun ke jalan  dan melakukan tindakan kekerasan dan pengrusakan, maka hal ini tidak dibenarkan dalam Islam karena hanya akan menjadikan korban jiwa semakin banyak.

Masuk ke inti permasalahan, siapakah yang paling bertanggung jawab atas semua ini? Ulama mengatakan:

إذ اجتمع السبب و المباشرة أيهم يقدم فى الضمان؟

 Artinya: Jika bertemu sebab dan sesuatu yang melangsungkan, siapakah yang akan memberi jaminan?

Misalkan seseorang membuat lubang yang dalam seperti sumur di tengah jalan. Lalu orang yang membuat lubang ini pergi ke rumahnya dan membiarkan lubang itu terbuka. Kemudian, ada dua orang pemuda yang sama-sama bertengkar dan salah satunya mendorong temannya hingga masuk ke dalam lubang tersebut dan meninggal.  Siapakah yang menjadi penyebab dalam masalah ini, orang yang membuat lubang atau orang yang mendorong ? Yang menjadi penyebab adalah orang yang mendorong ke lubang dan dialah yang bertanggung jawab karena pengaruhnya yang berakibatkan kepada kematian sangat kuat. Ini bentuk permasalahan yang pertama di mana pembuat lubang adalah “Sebab” dan pemuda yang mendorong sebagai “Orang yang melangsungkan”.

Kemungkinan kedua, jika “Sebab” memiliki pengaruh yang sangat kuat maka masalah ini yang bertanggung jawab adalah sebab.

Imam al-Qarafi, salah seorang pembesar mazhab Maliki menjelaskan masalah ini secara terperinci. Beliau mengatakan bahwa jika sebab dan yang melangsungkan bertemu maka ada tiga kemungkinan. Pertama, didahulukan orang yang melangsungkan atau eksekutor. Kedua, didahulukan orang yang menjadi sebab, karena pengaruhnya yang sangat kuat.

Misalkan seseorang yang ada di dapur ingin meracuni saya dan ia memasukkan racun ke dalam makanan. Lalu makanan itu diantar oleh seorang anak kecil. Lalu siapakah yang bertanggung jawab?

Maka yang bertanggung jawab adalah orang yang meletakkan racun ke dalam makanan karena dia memiliki pengaruh yang sangat kuat.

Kemungkinan ketiga, jika memiliki pengaruh bersama maka keduanya lah yang bertanggung jawab.

Dalam krisis yang kita hadapi saat ini, darah yang tertumpah, nyawa yang melayang, siapakah menjadi “Sebab” ? Dalam hal ini yang menjadi sebab bukanlah orang yang melangsungkan tapi orang yang menyebabkan.

Misalkan ada orang yang hanya duduk di rumah mengobarkan semangat masyarakat luas dengan menggambarkan bahwa agama Allah sedang diperangi, dan menghimbau mereka untuk keluar rumah berbondong-bondong bersama keluarga dan harta mereka. Selanjutnya orang ini pergi ke luar negeri dan pergi ke Qatar misalkan. Orang yang telah menggerakkan masa ini, dialah yang menjadi penyebab meskipun tidak turun langsung ke lapangan.

Begitu juga dengan stasiun televisi al-Jazeera karena dia memainkan peran sebagai “Sebab” sehingga membangkitkan gerakan masa karena al-Jazeera akan selalu akan mendistorsi informasi serta selalu mengadakan perlawanan terhadap Mesir tanpa akhir.

Sementara itu di sisi lain, lembaga-lembaga negara harus dijaga, menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah. Dan siapa yang menyadari bahwa dirinya telah melampaui batas dan berbuat berlebihan maka dia tetap harus diinterogasi.

Orang-orang yang digambarkan padanya bahwa hal ini adalah sebuah kebenaran yang mutlak. Lalu diberikan penjelasan dengan ayat Alquran, dengan bukti-bukti sejarah dan dengan peristiwa-peristiwa di zaman sahabat sehingga mengira bahwa tidak ada kebenaran selain apa yang ia pahami, maka orang ini tidak bisa diajak untuk bermusyawarah bahkan untuk mendengar penjelasan ini.

Permasalahan yang paling mendasar dari krisis ini adalah anggapan bahwa permasalahan ini bukanlah masalah administrasi sebuah negara (di mana kepentingan negara harus di dahulukan) dan bukan pertikaian politik, melainkan anggapan bahwa ini adalah masalah akidah. Mereka menganggap bahwa permasalahan ini merupakan masalah ukhrawi (berkaitan dengan akhirat) serta masalah khilafah sehingga timbullah tindakan pengkafiran.

  • Intinya, Kembalilah Kepada Allah!

Inti dari apa yang kita sampaikan adalah bahwa jika terjadi krisis seperti ini maka kita harus kembali kepada apa yang diajarkan oleh baginda Rasulullah yaitu Menjaga Negara dan Menjaga Kelangsungan Hidup Manusia. Terakhir, siapa saja yang merasa bahwa dirinyalah yang paling memilki hak mutlak dalam masalah ini dan merasa kalau dia tidak mendapat haknya maka dia akan menghancurkan negara ini, maka hendaklah dia berhenti melakukannya dan shalat dua rakaat di tengah malam serta minta petunjuk kepada Allah. Di saat yang sama, dia juga harus berdoa kepada Allah agar Allah menjaga negara ini.

Sumber: 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s