Semesta Menulis Berjuang (Bag. 2)

semesta menulisSiang itu (5/7) tiga kelas intensif (jurnalistik, fiksi, dan broadcasting) dimulai. Aku sedikit pesimis banyak Masisir yang tertarik untuk ikut acara itu. Salah satu alasannya adalah berubah-ubahnya tempat kegiatan.

Sebelumnya,  2 kelas intensif tersebut akan diadakan di Wisma Nusantara dan Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Kairo (PMIK). Kedua tempat tersebut terletak di kawasan Rab’ah yang merupakan titik utama tempat berkumpulnya demonstran Pro-Mursi. Kalau kegiatan tetap  diadakan di sana, pastinya tidak akan banyak peserta yang berminat.  Setelah lama berputar-putar, akhirnya kami, para panitia Semesta Menulis menetapkan acara akan diadakan di rumah kekeluargaan Banten (KMB) dan rumah kekeluargaan Jakarta (KPJ).

Memilih KMB dan KPJ bukan berarti tidak ada kendala sama sekali. Untuk KMB terletak di kawasan Zahra’ Nasr City. Tidak sedkikit Masisir yang tidak tahu letaknya dengan pasti termasuk aku. Waktu aku posting di Facebook bahwa kelas jurnalistik berubah ke KMB, ada yang meminta agar panitia membuat denah lokasinya. Lalu aku minta tolong kepada salah seorang panitia untuk membuatnya dan ia menyanggupi. “Alhamdulillah,” tuturku dalam hati.

Beberapa waktu kemudian, kutagih kembali panitia yang akan membuat denah lokasi KMB. Belum ada kepastian. Ia mengaku belum bisa mengaminkan permintaanku saat itu juga. Akhirnya aku ambil inisiatif untuk bertanya kepada teman-teman yang serumah denganku. Setelah bertanya kian kemari, akhirnya Allah menunjukkan titik terang.

Langsung kubuat denah KMB dan sekaligus denah KPJ  meski, jujur saja, aku tidak mengetahui dengan pasti letak kedua tempat tersebut. Informasi kedua tempat tersebut hanya kugantungkan kepada teman serumahku saja. Tak ada yang lain.

Rupanya denah tersebut tidak bisa dijadikan kompas utama. Pasalnya, meski sudah aku buat denah tersebut, masih ada panitia yang tersesat menuju lokasi termasuk aku sendiri. Untung saja, ada seorang anak kecil Mesir yang menunjukkan jalan kepadaku. Sementara temanku itu, aku tidak tahu pasti bagaimana ia bisa sampai ke lokasi acara. Yang penting Allah telah menuntunnya dan itu membuatku cukup lega.

Hari itu kelas intensif berjalan lancar meski gonjang-ganjing politik di luar sana mengancam keamanan acara. Begitu juga dengan kelas hari kedua. Walaupun keadaan sedikit mencekam, namun minat Masisir yang ikut kegiatan tersebut cukup banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s