Syamu Nasim Bukan Hari Raya Kita ? (Sebuah Pembohongan Publik Mengatasnamakan Mufti Mesir Dr. Syauqi Ibrahim)

tamanMalam itu aku pulang dari rumah teman di Darrasah. Di atas Bus 80 Coret, seorang lelaki muda, berjenggot, dan mengenakan jubah duduk di depanku. Ketika berdiri, ia tak sengaja menginjak kaki kiriku. Lalu ia melempar senyum seraya meminta maaf.

Lelaki tersebut berjalan ke arah supir sambil menggenggam kumpulan kertas berwarna hijau. Lalu ia berbalik badan dan membagikan kertas tersebut dari depan sampai ke belakang.  Tidak ada penumpang yang luput dari ‘hadiah’ tersebut termasuk aku.

Kutatap kertas hijau itu dalam-dalam. Kertas tersebut bertuliskan شم النسيم ليس عيدنا Syamu Nasim bukan hari raya kita. Lalu dituliskan banyak dalil dan kalimat-kalimat yang menjelaskan tentang haramnya mengikuti Syamu Nasim. Aku kembali meraba-raba ingatan tentang Syamu Nasim. Apa itu gerangan? Ya, aku ingat. Itu merupakan salah satu hari perayaan di Mesir. Tapi di kertas ini kok dilarang padahal sudah menjadi adat bagi penduduk Mesir? Lalu kulakukan studi kasus untuk menjawab hal ini.

2013-04-29-689

Pembohongan Publik Mengatasnamakan Mufti Mesir Dr. Syauqi

Beberapa waktu kemudian saat membuka Facebook, muncul postingan dari laman resmi Al-Azhar Al-Sharif yang memberikan peringatan tajam. Laman tersebut menyatakan:

تداولت بعض صفحات الفيس بوك فتوى عن حكم الاحتفال بشم النسيم ونسبت هذه الفتوى للدكتور شوقي علام مفتي الجمهورية وهى ضرب من الكذب

Sebagian halaman Facebook mengedarkan fatwa tentang hukum perayaan Syamu Nasim dan fatwa tersebut dikatakan bersumber dari Mufti Mesir Dr. Syauqi dan hal ini merupakan kebohongan.

 Lalu kudapatkan halaman yang menebarkan berita bohong tersebut.

 pembohongan publik

Benar  rupanya. Laman tersebut menyebutkan bahwa Dr. Syauqi mengeluarkan fatwa tentang keharaman memperingati hari Syamu Nasim.

Hmmm… Siapa kira-kira yang menebarkan fitnah dan kebohongan ini? Yang jelas, saat ini yang paling getol berdakwah dengan membatasi wilayah kehalalan–termasuk melarang Syamu Nasim— adalah kelompok Salafi-Wahabi. Tapi, aku tidak mengatakan bahwa penebar fitnah adalah kelompok mereka. Biarlah pembaca masing-masing yang mencari tahu lebih lanjut. Di sini, aku akan hanya menjadi menyampaikan lebih lanjut apa yang disampaikan AL-Azhar tentang perayaan ini.

Sebenarnya, aku tidak terlalu berminat mengangkat masalah ini. Toh, ini hanya perayaan orang Mesir saja. Namun tatkala ada fitnah yang mengatasnamakan Mufti Mesir, aku tergelitik untuk mengupasnya. Tujuanku hanya satu, agar kita yang bukan merupakan orang Mesir, kita yang merupakan mahasiswa  AL-Azhar tidak terjebak dengan ‘Fatwa Fitnah’  yang mengatasnamakan mufti Mesir tersebut.

Pengertian dan Sejarah Syamu Nasim

Syamu Nasim (شم النسيم) berasal dari bahasa Mesir kuno yaitu Syemu (شمو) yang berarti pencipataan. Orang mesir kuno meyakini bahwa hari tersebut adalah awal pencipataan alam. Seiring berjalannya waktu, orang  Mesir generasi selanjutnya menyandarkan kata Syemu kepada kata Nasim (النسيم)  dan berubah  menjadi Syamu Nasim (شم النسيم) sebagaimana yang dikenal sekarang.

Syamu Nasim (شم النسيم)  terdiri dari kata Syamu yang berarti mencium dan Nasim yang berarti angin sepoi-sepoi. Jadi Syamu Nasim memiliki arti  mencium angin sepoi-sepoi atau bisa dimaknai dengan menikmati angin sepoi-sepoi.

Dari segi historis, Syamu Nasim merupakan hari raya warisan dari Firaun, Mesir kuno. Para sejarawan menyebutkan bahwa perayaan ini sudah ada semenjak 5000 tahun yang lalu, sekitar tahun 2700 sebelum Masehi.  Orang Mesir kuno meyakini bahwa hari tersebut merupakan awal pencipataan alam.

Pada hari Syamu Nasim ini, biasanya orang Mesir pergi ke kebun-kebun atau ke taman  bersama keluarga mereka untuk menikmati keindahan alam. Mereka membawa telur, ikan asin, selada, dan bawang.

Hukum Syamu Nasim

Dari segi hukum, ulama Al-Azhar sudah menjelaskan dengan sangat gamblang tentang hal ini. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh ‘Id Abdul Hamid tatkala memberikan talaqqi di masjid AL-Azhar. Beliau mengatakan bahwa hari tersebut merupakan hari perpindahan musim dingin ke musim panas. Pada hari tersebut, durasi waktu siang dan waktu malam sama. Pada waktu itu angin juga berhembus sepoi-sepoi dan cocok untuk menikmati keindahan ciptaan Allah. Jadi hal tersebut hanya merupakan fenomena alam.

Lalu, tatkala orang Islam berkumpul bersama keluarga di taman-taman, saling silaturahim dengan sanak famili, dan rehat sejenak melepas kepenatan sambil melihat keindahan alam, hal tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang, meskipun pada waktu yang sama orang-orang Kristen juga merayakannya sebagai hari besar agama mereka.  Kenapa? Karena orang-orang Islam merayakannya bukan dalam rangka ikut merayakan hari besar agama lain, tapi dalam rangka perpindahan musim dari musim dingin ke musim panas. Jadi hari raya tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama, tapi hanyalah kebiasaan saja.

Silakan lihat videonya di sini

Senada dengan Syekh ‘Id, Syekh Zakariya Marzuq, imam Masjid Al-Azhar juga menyampaikan hal yang sama. Beliau mengatakan bahwa perkara apapun yang tidak ada dalil yang menjelaskan keharaman atau kewajiban sesuatau secara jelas, maka perkara tersebut merupakan amrun mubah, perkara yang dibolehkan. Beliau menuturkan bahwa orang-orang yang mengharamkan perayaan Syamun Nasim melarang untuk memakan ikan asin merupakan orang yang tasyaddud atau picik.

Silakan lihat videonya di sini

Begitulah indahnya kemoderatan Al-Azhar. Tidak mudah menghalalkan sesuatu apalagi menngharamkannya. Sebelum mengeluarkan hukum, Al-Azhar selalu melihat dampak yang akan ditimbulkan oleh hukum di masyarakat luas.

Semoga bermanfaat.

Iklan

25 thoughts on “Syamu Nasim Bukan Hari Raya Kita ? (Sebuah Pembohongan Publik Mengatasnamakan Mufti Mesir Dr. Syauqi Ibrahim)

  1. Subhanallah, Luar biasa Uda, postingan seperti ini yang ditunggu dari mahasiswa Al-Azhar, Blognya cakep. Ditunggu kunjungannya di miftahuna.malhikdua.com

    • Terimakasih mas Miftah. Kita memang butuh menyebarluaskan pemikiran Al-Azhar supaya jangan banyak orang terjebak akibat pemikian picik yang akan mengakibatkan kepada kemunduran Islam itu sendiri 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s