Mimpi Menjadi Negara Besar

Indonesia merupakan sebuah negara  yang  sangat besar, besar dari segala segi termasuk dari segi jumlah penduduk. Menurut catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga   Juli 2012,  tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 240 juta jiwa. Sangat besar memang jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Jika potensi dari 240 juta jiwa ini dikembangkan dengan baik, tidak mustahil Indonesia akan menjadi negara sangat sejahtera dan memiliki pengaruh yang besar di kalangan internasional.

Bisa dibandingkan dengan jumlah penduduk  Jepang yang hanya 127 juta jiwa. Dengan 127 juta ini, Jepang mampu menjadi salah satu tonggak utama perekonomian dunia. Dengan tangannya, Jepang mampu merancang berbagai macam teknologi berkualitas yang diminati seluruh dunia. Mulai dari telepon genggam, laptop, mobil, dan juga yang lainnya.

Tidak hanya itu, mari kita bandingkan lagi dengan sebuah negara yang nyaris di peta tidak terlihat karena disesaki oleh pulau-pulau Indonesia, Singapura. Singapura  hanya memiliki penduduk 5 juta jiwa saja. Dengan jumlah penduduk yang sangat kecil ini, Singapura mampu memperlihatkan taringnya di mata Internasional. Jika kita sakit parah, maka banyak yang  berobat ke Singapura. Jika ingin belanja barang mewah, pakaian, tidak sedikit yang shopping pergi ke Singapura. Begitulah citra negara kecil itu di mata kita. Negara tersebut menjadi sangat besar tatkala mereka mampu mengatur negaranya dengan baik.

Tidak hanya dari jumlah penduduk, sumber daya alam (SDA) Indonesia pun terbilang sangat melimpah ruah. Contohnya seperti tambang emas Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Papua. Tambang emas ini masih jadi yang terbesar di dunia sampai saat ini. Pertahunnya, tambang emas ini menghasilkan 40,8 ton emas. Jika harga emas saat ini 500.000 rupiah, maka setiap tahun tambang ini bisa menghasilkan lebih dari 20 Triliun rupiah.  Bisa dibayangkan, berapa gedung sekolah, sarana publik, rumah sakit yang  bisa dibangun dengan uang sebanyak itu.

Tapi, kita lihat kenyataanya, Papua masih memiliki permasalahan dengan ekonominya. Menurut BPS, Papua memiliki 944.000 penduduk miskin. Dari total keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia, Papua  masih menduduki posisi kedelapan untuk provinsi yang memiliki penduduk miskin paling banyak. Sangat aneh memang, tatkala tanah mereka mengeluarkan 20 triliun rupiah, penduduk pribumi tidak bisa menikmati kekayaan alam tersebut. Mereka hanya bisa melihat dari jauh ketika emas itu dikeluarkan dari tanah mereka. Tidak bisa menikmati sedikitpun.

Jika kita perhatikan, negara kita semakin lama bukan semakin kaya, tapi sebaliknya, semakin miskin. Hingga bulan agustus 2012, tercatat Indonesia memiliki hutang 1.957,2 triiun rupiah. Nyaris mencapai 2.000 triliun dengan bunga mencapai 117 triliun untuk tahun 2012. Jumlah semua ini setara dengan belanja negara dalam satu tahun.

Jika kita hitung, total hutang indonesia adalah 2.074.000.000.000.000 dibagi jumlah penduduk indonesia 240.000.000, maka masing-masing penduduk indonesia saat ini memiliki hutang sebesar 8.600.000 rupiah.

Di saat indonesia memiliki hutang yang sangat besar, para pejabat negara tetap melakukan korupsi dengan jumlah yang makin waktu makin dahsyat. Mereka seolah tidak peduli dengan hutang negara yang semakin lama semakin banyak. Di saat hutang negara yang semakin membengkak, anggota Dewan Perwakilah Rakyat (DPR) tetap melakukan plesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding.

Di saat mereka berkesempatan untuk melakukan kunjungan keluar negeri, mereka akan berangkan secara berbondong-bondong  dan bahkan mengajak sanak familinya untuk ikut bersama mereka. Ketika diminta untuak mengurusi masalah rakyat, mereka tidak mau ambil peduli. Contohnya saat Rapat Paripurna DPR pada tanggal 29 agustus 2012 yang membahas anggaran belanja negara yang mencapai 1.657 trilin rupiah. Dari 560 anggota DPR yang ada,  yang hadir pada waktu itu hanya 78 orang. Lalu ini jadi pertanyaan yang besar bagi kita, apakah seperti ini yang dinamakan wakil rakyat yang dulu waktu kampanye berjanji menyejahterakan rakyat?!

Belum lagi masalah korupsi yang terus menjamur dan semakin berkembang. Kita lihat tidak ada efek jera bagi mereka yang terbukti melakukan tindakan korupsi. Hal ini disebabkan karena hukuman untuk para koruptor tersebut hanya berkisar antara 2 sampai 3 tahun penjara saja. Belum lagi nantinya mendapat remisi ataupun bonus potongan tahanan lainya. Setelah habis masa tahanan, mereka akan kembali bebas seperti biasa dan melakukan korupsi lagi.

Untuk menimbulkan efek jera, memang sudah seharusnya hukuman bagi koruptor ini ditingkatkan. Bisa saja hukuman tersebut ditingkatkan menjadi pemiskinan koruptor ataupun nantinya jika jika koruptor itu sudah merugikan negara sangat banyak, bisa saja hukuman mati  menjadi solusi yang tepat.

Bisa kita lihat negara China yang sangat serius untuk membasmi masalah korupsi di negerinya. Sejak masa Zhu Rongji pada tahun 1997 sampai sekarang, tercatat sudah ada 5 orang pejabat koruptor yang mendapat hukuman mati. Diantara mereka adalah Wakil Walikota Hangzhou, Xu Maiyong yang terbukti menerima suap jutaan dolar. Lalu juga ada pejabat Kota Suzhou, Jiang Renjie yang juga terbukti menerima suap jutaan dolar. Begitulah keseriusan China membasmi korupsi. Dan hasilnya, saat ini China berhasil menjadi negara yang perkembangan ekonominya sangat baik. Selain itu, pada Juni lalu China juga berhasil mengirim astronotnya ke luar angkasa. Di saat yang sama, Indonesia masih sibuk mengatasi masalah dalam negerinya.

Itu dari sisi hukuman bagi korptor. Dari segi institusi yang membasmi masalahk  korupsi, kita lihat  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan dilemahkan oleh DPR dan juga Polri. Bisa dilihat dari tindakan DPR yang tidak mengaminkan anggaran yang diajukan KPK untuk membangun gedung. Ditambah lagi dengan penarikan tidak diperpanjangnya masa kerja 20 penyidik Polri yang bekerja di KPK. Tidak hanya itu, sebelumnya juga ada masalah kriminalisasi pemimpin KPK, dan banyak lagi masalah lainnya.

Oleh sebeb itu, sudah sepatutnya indonesia berbenah. Harus ada kesadaran yang tinggi untuk mengubah semua kelakuan buruk ini. Cukuplah apa yang telah berlalu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Mulai dari lembaga pendidikan hingga pemerintah dan DPR serta masyarakat harus saling bahu membahu untuk menyelesaikan semua persoalan bangsa ini. Tidak adil rasanya jika kita hanya menyalahkan pemerintah yang korupsi, sementara kita sebagai pelajar masih tidak serius untuk menuntut ilmu. Tidak fear rasanya jika DPR kita tuntut untuk berlaku baik, jika kita hanya duduk dan diam menunggu perubahan itu datang.

Perubahan tidak akan datang kecuali dengan usaha dari semua elemen bangsa indonesia. Apa jadinya negara ini jika korupsi terus merajalela hingga hari kiamat. Berapa lagi hutang negara yang kita tambah. Bukankah kita tidak menginginkan negeri ini nantinya dijual oleh anak cucu kita untuk membayar hutang negara.

Akhir kalam, marilah setiap kita menyadari kembali tugas masing-masing untuk Indonesia yang lebih baik. Harus ada aksi positif yang mesti kita lakukan meski hanya sebuah perbuatan kecil. Karena, gedung yang besar bisa berdiri kokoh karena dibangun dari batu bata yang kecil.

Iklan

One thought on “Mimpi Menjadi Negara Besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s