Obat Mujarab Ujian Al-Azhar

Saat ini, hampir semua status teman-temanku terpusat seputar masalah  ujian. Ada yang memotivasi diri sendiri dengan  mengatakan, “Rabbana Najjihna Fi Imtihan Ya Rabb”. Ada pula yang sengaja mengirimkan pernyataan minta maaf meski tidak ada salah sama sekali.

 

Selain itu, ada  yang membuat status WhatsApp (WA) seperti: ‘Lagi ciyus belajar, jangan diganggu ya’. Selanjutnya ada juga yang mengatakan ‘Ujian di atas ujian, mohon doa semuanya’ dan ada juga yang menyatakan ‘Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kit sulit’. Selain  status-status tersebut, ada juga yang sengaja membuat  tulisan singkat yang sengaja di-share di note facebook.

Tentu semua itu sangat positif. Selain bisa mengingatkan diri sendiri, tulisan-tulisan tersebut juga bisa mengingatkan orang lain agar jangan sampai ‘telat sadar’ bahwa ujian memang sudah sangat  dekat, tidak sampai 10 hari lagi.

Menurut hematku ujian di al-Azhar memang merupakan sesuatu yang sangat sakral. Selain diktat yag diujiankanpun terhitung tebal, doktrin-doktrin dari para senior pun juga sangat mempengaruhi. Mereka mengatakan, “Kalian jangan sampai pernah nyontek dalam ujian. Kalau ketahuan pengawas, bisa-bisa kertas ujian kalian bisa langsung dirobek.” Efeknya sepanjang yang kutahu,  selama  mengikuti ujian di al-Azhar tidak pernah ada mahasiswa Indonesia yang mencontek kepada teman lainnya. Mereka semua mengerjakan ujian dengan bersih, murni, dan memang hanya bergantung kepada diri sendiri.

Selain itu, semua organisasi masif  juga sudah ditutup untuk menghormati kesakralan ujian semester ini. Misal saja Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonsia (PPMI) yang menutup kegiatan sebulan sebelum ujian.  Begitu juga dengan Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) yang juga menutup kegiatan sebulan sebelum ujian.

Dulu, sebelum menghadapi ujian pertamaku di al-Azhar, ada beberapa  pesan dari senior-senior yang sampai sekarang masih tertancap keras di benakku:

  • Senantiasa mendoakan teman-teman yang lainnya agar dimudahkan dalam ujian, sebutkan nama dengan kentara hingga diaminkan malaikat. Dan di saat itu, malaikat akan berkata, “Wa laka mitsluk.” Artinya, begitu juga denganmu, semoga Allah memberimu kemudahan.
  • Pusatkan semua konsentrasi hanya untuk menghafal diktat. Jangan fikirkan hal-hal lain yang berpotensi mengganggu persiapan ujian. Ibarat  air, jika hanya dialirkan pada satu sungai  pasti kekuatannya akan jauh lebih  besar dibandingkan jika air tersebut dialirkan terpisah di  beberapa sungai kecil.
  • Fokuskan untuk mendapat nilai minimal  Jayyid. Karena Jayyid adalah syarat nilai paling bawah untuk mengajukan beasiswa.
  • Jangan pernah menghafal diktat di luar tahdid (batasan diktat yang diujiankan), karena itu cari informasi yang akurat tentang batasan ujian yang diberikan Duktur.
  • Carilah gaya dan cara yang pas untuk menghafal diktat dan jangan pernah meniru gaya belajar orang lain yang tidak sesuai dengan kita.
  • Dalam kondisi seperti ini, biasanya orang-orang akan cepat marah. Oleh sebab itu, jagalah suasana ‘genting’ ini agar selalu tetap kondusif dan nyaman untuk persiapan ujian.
  • Karena ujian semester ganjil ini dilangsungkan di puncak musim dingin, maka persiapkan fisik yang kuat untuk menghadapi ujian. Jangan sampai usaha maksimal menghasilkan nilai nol hanya karena jatuh sakit. Sisihkan sedikit belanja untuk membeli susu, madu, atau hal lainnya untuk penunjang fisik selama ujian.
  • Dan yang yang paling penting adalah jangan lupa banyak berdoa dan taqarrub kepada sang pemilik ilmu. Minta kepada-Nya semua kebutuhan kita terkhusus untuk ujian. Karena pasti Dia akan memberinya pada kita.

Yang pasti ujian al-Azhar pasti akan datang dalam beberapa saat lagi. Tidak ada yang bisa aku dan kita lakukan kecuali ‘membantai’ semua diktat yang akan diujiankan. Kerahkan tenaga untuk ‘All Out Attack’ dengan berdoa semoga laga ini membuahkan hasil yang memuaskan.

Terakhir, kudoakan agar semua teman-teman terkhusus  bagi yang membaca dan me-like catatan ini dimudahkan oleh Allah dalam menghadapi ujian. Amin.  🙂

Ma’an najah wan Najah Ma’an

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s