Biarkan Gaza Seperti Itu?

Terkait serangan Israel ke Jalur Gaza, rakyat dunia beramai-ramai mengutuk aksi tersebut. Tentu saja, itu tidak membuat saya terkejut. Bahkan yang mengutuk pun bukan hanya negara-negara yang mayoritas penduduk muslim, lebih dari itu penduduk Eropa bahkan Amerika, juga ikut serta turun ke jalan mengutuk serangan tersebut.

Yang membuat saya terkejut adalah pernyataan salah seorang kawan saya. Ia menyatakan bahwa peperangan yang terjadi antara Gaza dan Israel itu hanyalah perang antar negara, tak ada kaitannya dengan agama. Bahkan parahnya lagi, ada yang mengatakan bahwa Hamas berlinduang dibelakang rakyat Gaza, supaya nanti tatkala banyak rakyat sipil yang  tewas, bantuan-bantuan asing akan datang membanjiri tempat kelahiran Imam Syafi’i tersebut.

Terlepas dari apakah orang itu hanya mencari sensasi atau memang beranggapan seperti itu,  sebagai orang yang memahami masalah agama, dia tidak berhak merendahkan bahkan mencela saudara sendiri seperti itu. Saya kira orang itu dan orang yang memiliki alur pikiran yang sama dengannya, telah termakan oleh berita-berita yang disebarkan Israel. Saya beranggapan, kok bisa mereka berkata seperti itu. Jujur, saya sangat kaget.

Saya tidak akan terlalu kaget kalau yang mengatakan hal demikian berasal dari orang-orang yang bukan kuliah di bidang keislaman. Meski juga tidak layak, tapi saya tidak akan sebegitu terkejut.

Bukankah Nabi Muhammad Saw pernah mengatakan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Kita, orang islam, terlepas dari apapun golongan keislaman yang kita pahami, kita semua adalah bersaudara. Kita semua layaknya sebuah bangunan yang saling menguatkan. Saya rasa, mereka tahu dan memahami ayat-ayat ilahi dan sabda-sabda nabawi yang menerangkan bahwa sesama muslim itu bersaudara. Dan lagi, itulah yang tidak saya pahami. Kenapa mereka terkesan membiarkan dan tidak mementingkan masalah tersebut.

Juga, bukankah Nabi  pernah mengatakan bahwa siapa saja yang tidak mementingkan segala urusan orang Islam maka dia bukan termasuk orang Islam. Lagi, saya kembali tidak paham pendekatan apa yang mereka pakai untuk berfikir hingga menelurkan pendapat yang menurut saya berbisa itu. Atau barangkali, mereka punya interprestasi lain tentang hadis-hadis tersebut.

Saya tidak mau berspekulasi, mengikuti perkataan sebagian teman yang lainnya yang mengatakan bahwa mereka liberal, mereka berfikir terlalu bebas hingga terpleset. Jujur saya, saya tidak mau.

Saya tahu, tatkala kita ingin mengkritik seseorang, kritiklah pemikirannya. Jangan pernah orangnya yang disalahkan. Karena tatkala orangnya yang disalahkan, maka hati nurani akan takhluk oleh emosi. Dan sepanjang sejarah, emosi tidak pernah berhasil mencari solusi. Kalau pemikiran yang salah, maka pemikiranlah yang harus dibenarkan.

Terakhir, ini murni opini saya yang sangat sabjektif. Hal yang paling utama yang ingin saya kedepankan adalah bukan untuk mengajak perang opini. Tidak sama sekali. Yang saya inginkan adalah mari kita sama-sama kembali menelisik ke dalam hati nurani kita. Apakah kita tidak bersimpati terhadap saudara-saudara kita yang sedang berjuang membela tanah kelahirannya yang akan dirampas Israel. Apakah tidak timbul keinginan dan rasa untuk saling tolong menolong. Pertanyaan ini saya kembalikan untuk kita semua. Wallau a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s